| Ayrton Senna |
Hampir dua dekade silam, tepatnya pada tanggal 1 Mei 1994, ratusan ribu atau bahkan jutaan pasang mata menyaksikan sebuah kehilangan besar di dalam dunia balap mobil Formula 1. Sebuah kejadian menyedihkan yang menjadi awal perubahan besar-besaran dalam ajang kebut-kebutan terakbar di dunia tersebut. Ayrton Senna da Silva, atau lebih dikenal sebagai Ayrton Senna, peraih juara dunia Formula 1 tiga kali, salah seorang grand grand master yang didaulat banyak orang sebagai pembalap Formula 1 terhebat sepajang masa, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal di sirkuit Imola (Autodromo Enzo e Dino Ferrari) pada perhelatan Grand Prix San Marino, Italia, Minggu, 1 Mei 1994. Kematian sang juara ditangisi tidak hanya oleh jutaan penggemar Formula 1 saja, tapi juga oleh warga Brazil yang telah menganggap Senna sebagai pahlawan negaranya. Lebih menyedihkan lagi, sehari sebelumnya pada babak kualifikasi GP San Marino (Sabtu, 30 April 1994) pembalap Formula 1 asal Austria Roland Ratzenberger dari tim Simtek juga mengalami kecelakaan fatal di sirkuit yang sama di lokasi yang tak lebih jauh dari 1000 meter dari tempat kecelakaan Senna. Ratzenberger mengalami cedera pecah tulang tengkorak setelah mobil yang dikendarainya menghajar tembok tikungan Villeneuve dalam kecepatan 314 km/h. Pada akhirnya, kepergian Senna dan Ratzenberger ini menjadi tonggak awal perubahan besar-besaran dalam dunia Formula 1 modern, khususnya dalam bidang keamanan balap mobil tersebut.
