Tentang Saya

My photo
Seoul, 서울특별시, South Korea
Seorang bocah penggemar balapan Formula 1 dan sepak bola, sedari kecil menyukai dunia penerbangan dan terbang dengan pesawat. Saat ini sedang menunaikkan misi pendidikan sarjana di Seoul National University, Korea Selatan, dengan jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea. Memiliki ketertarikan pada fotografi dan wisata, juga bermimpi untuk bisa keliling dunia, baik sebagai seorang backpacker dengan dana secukupnya dan juga sebagai seorang high-end traveller berduit segudang.

Sunday, January 30, 2011

Pulang Aja Masih Ngegayus, Hahaha!

Ah, engga kerasa ternyata satu bulan itu cepat ya! Rasanya baru aja kemarin saya online check-in di www.cathaypacific.com buat flight Incheon-Hong Kong-Jakarta -- flight buat pulang kampung setelah hampir dua tahun tinggal di Korea. Dan sekarang kita sudah berada di penghujung bulan Januari, dikit lagi Februari, dan dikit lagi liburan bakal habis (ingat, satu bulan itu cepat banget untuk sesuatu yang menyenangkan!).

Mulai dari akhir Desember kemarin sampai penghujung pertengahan Januari 2011 ini saya liburan di Tanah Air, tepatnya di kampung halaman saya di Jakarta. Jelas banyak banget hal-hal yang berkesan dan kadang bikin saya senyum, atau sebaliknya jadi melas pingin lagi, hehe. Supaya saya bisa senyum terus (dan syukur-syukur kalau Anda juga ikut tersenyum, berarti saya dapat pahala, hehehe), saya ceritain deh sepotong kisah konyol waktu saya pulang. Oh iya, sepertinya ada bagian saya yang agak ng-Alay di sini, harap maklum ya, saya kan masih seorang ababil, ahahahaha *malu*
Yah anyway, just check this out!


Akan segera boarding di Incheon International Airport

Ini kisah bermula dari kedatangan saya di Hong Kong International Airport. Saya sengaja pilih pesawat yang transit di Hong Kong agak lama, yaitu sekitar 5 jam, supaya saya bisa jalan-jalan sedikit di sekitaran Hong Kong lah. Turun dari pesawat, saya langsung pergi menuju imigrasi bandara buat minta izin keluar airport buat sekian jam. Ternyata imigrasinya lumayan jauh dari tempat saya turun pesawat. Tentengan lumayan banyak pula, ribet sih, cuma keinginan saya buat melihat Hong Kong memberikan saya tenaga lebih buat jalan. Setelah sekitar 15 menitan lebih, akhirnya ketemu deh itu imigrasi. Tersenyumlah saya sambil jejeritan dalam hati, "Yes, gue jalan-jalan di Hong Kong lhoo!", and you know what,setelah sampai itu di depan imigrasinya berjejer barisan manusia yang seperti ular-naga-panjangnya-bukan-kepalang, bikin saya melongo melihat antrean manusia segitu panjang buat masuk ke Hong Kong. Jeritan bahagia saya seketika berubah jadi erangan seperti orang ngeden di toilet (ups, maaf, hehe).

Pikir punya pikir, saya baru sadar kalau itu tanggal 24 Desember: Christmas Eve, di mana pastinya akan banyak banget turis yang mau merayakan Natal di Hong Kong melihat itu negara seuprit itu punya daya tarik besar bagi wisatawan asing. Dan sebelum berangkat, saya sempat baca bahwa Bandara Heathrow di Inggris dan Bandara Frankfurt Am Main di Jerman baru saja dibuka setelah adanya badai salju yang melanda daratan Eropa. Bayangkan, ribuan atau bahkan puluhan ribu, atau malah jangan-jangan ratusan ribu penumpang yang ingin pergi ke Hong Kong yang menumpuk di sana dikirim hari itu juga dengan flight ekstra dari British Airways dan Lufthansa, gimana enggak banjir itu imigrasi? Haduh, yang jelas waktu lihat itu antrean saya langsung lemas, pegal di badan langsung kerasa, dan batuk saya malah mejadi-jadi. Saya langsung jatuh terduduk di kursi terdekat, masih dengan kepala menggeleng-geleng dan muka tidak percaya kalau saya akan menghabiskan 5 jam doing nothing di bandara. Nasib deh. Kalau mau nungguin juga 1 jam-an lebih kali tuh baru bisa diproses. Dengan kondisi badan engga fit (baru sembuh dari flu) dan banyak tentengan, plus takut nyasar di bandara segede itu terus ketinggalan pesawat, akhirnya saya memutuskan untuk langsung aja ke terminal keberangkatan (lupa ambil foto itu momen saking syoknya, hiks).

Salah satu sudut terminal kedatangan HKIA


Sampai di hall keberangkatan, saya cari tempat duduk paling pewe, dan kebetulan nemuin plang bertulisan "Charging Point" yang ada gambar colokan sama laptop. Langsung aja ke sana, pingin banget internetan buat killing time. Setidaknya sekarang ada gairah baru, hehe. Sampai akhirnya pas mau colok kabel laptop, ternyata lubang colokan di Hong Kong itu yang tiga biji itu. Dan saya ngubek-ngubek tas, lalu menyadari kalau saya engga punya adaptor (terdengar jeritan seorang Ahda dari kejauhan, hahaha). Sekedar info tambahan, laptop saya itu udah agak uzur, dan buat nyalainnya mesti ada support listrik langsung dari stopkontak walaupun baterainya full.

Saya engga mau tinggal diam. Saya mau beli adaptor di toko yang ada di dalam sana, mereka pasti jual. Setelah diselidiki, tentu aja ada yang jual, dan satunya itu HK$59, sekitar KRW8.000 (Rp70.000). Mahal! Tapi ya mau gimana, daripada mati bosen, hehe. Berhubung mata uangnya Hong Kong Dollar, saya mesti tuker duit dulu dan engga jauh dari sana ada money changer dan bisa tukar dari Korean Won. Good good. Selagi antre, saya buka dompet sambil bergumam, "Nukerin berapa ya? 20,000 Won udah lebih dari cukup sepertinya. Toh saya engga belanja ini." Dan ketika saya buka dompet, ternyata saya cuma punya KRW36.000 (Rp300.000-an) cash di dompet...

[hening]

Dan ini merupakan kali ketiganya saya terperangah. Waktu di Bandara Incheon, saya lupa ambil uang di ATM, dan yang di dompet itu adalah duit sisa kembalian naik taksi ke airport. Rencananya saya mau ambil uang lagi di bandara buat nanti jalan-jalan di HKG plus buat biaya liburan saya di Jakarta. Cuma ternyata oh ternyata, karena buru-buru akhirnya saya kelupaan dan langsung boarding aja gitu di Incheon. Alamakjan.

Setelah sempat trans (lagi), akhirnya saya tukerin deh itu semua 30.000 won ke HK$, dapat HK$186. Kepikiran aja gitu, untung aja saya ga jadi masuk ke Hong Kong. Riskan banget buat jalan-jalan hanya dengan $180-an. Kalau nyasar ga ada duit bisa dideportasi ntar, huehue. Kartu kredit juga engga punya, adanya kartu debit yang tulisannya "use in Korea only". Hahahaha (ketawa sarap).

HK$100 terbitan HSBC

Setelah merasa "alhamdulillah selamet", muncul kekhawatiran berikutnya: liburan gue di Jakarta nanti gimana jadinya ini dengan duit pegangan cuma seuprit? Engga lucu aja kalau saya jalan-jalan sama teman-teman, hepi hepi ke sana ke mari, tapi pakai duit ortu. Sorry lah yaw. Bisa-bisa kepulangan saya malah bikin repot ortu nanti. Hal yang pertama muncul di pikiran saya adalah, kalau engga salah saya masih ada sisa Rupiah yang dulu engga bisa ditukar di Korea. Saya cek tas saya, ternyata saya bawa. Alhamdulillah. Jumlahnya juga lumayan lah. Terus belum lagi titipan-titipan yang saya talangin dulu. Di tangan juga ada HK$180: Ah, pemasukan lagi, alhamdulillah. Akhirnya itu engga jadi masalah. Merasa tenang, akhirnya saya memutuskan buat makan siang di bandara, ada vege-kare seharga $91. Mahal sih, cuma namanya juga bandara, dan kelihatannya menggiurkan plus saya butuh makanan enak buat ningkatin mood, akhirnya saya beli^^

Karena ada Free Internet Service, saya engga jadi beli adaptor nan supermahal itu.
Beli di Pasar Tebet mah ceban juga dapet, hehehe.
Selesai makan, waktunya jalan-jalan. Saya masih punya empat jam lebih sebelum flight HKG-CGK. Satu hal yang saya notice di HKIA, di sana banyak cewek cantik euy, hahahaha (matakeranjangmode: on). Cuma percaya deh, kalau Anda lelaki normal dan kebetulan suka tipe Asia, Anda akan setuju sama saya, HAHAHAHA (mencari pembenaran) ^^v Oh well anyway, yang jelas itu bandara gadang bana ha! Gatenya aja sampai ratusan gitu, ckckck. Dan yang saya suka adalah, antara hall dengan taxiway itu dibatasi dengan kaca bening (engga kaya Cengkareng, engga bisa lihat pesawat di CGK itu, huh). Buat saya yang suka dengan pesawat, ini adalah pengalaman super, di mana saya bisa lihat berbagai jenis pesawat dari jarak dekat dan jelas (then how could I said I'd be bored during the flight transfer, hehe). Ratusan foto gadis cantik  pesawat saya ambil, dan engga kerasa udah tiba aja waktunya buat boarding CX797 tujuan Jakarta. YIHAA!

Berfoto dengan pesawat penumpang terbesar di dunia
Superjumbo Airbus A380-800 milik Singapore Airlines
Boardingnya engga masalah, penumpang yang mau ke Jakarta engga terlalu banyak, dan pramugarinya cantik-cantik! (mulai lagi matakeranjangmode: on) hahaha. Well, ada satu pramugari yang paling cantik di antara yang lainnya, kebetulan dia serves bagian kabin belakang (row 54 sampai row 60-an, seat saya di 56A). Nah, saya itu kalau naik pesawat suka banget banyak minum, apalagi saya lagi batuk gitu. Alhasil itu pramugari saya buat bolak-balik buat bawain saya air putih SAMPAI APAL! Hahahahaha. Awal-awalnya setelah saya pencet bel, doi dateng, "Can I help you, Sir?" dengan logat agak Mandarin, dan saya minta air. Sampai berkali-kali sampai dia apal dan tiap kali saya pencet bel dia udah sedia segelas air mineral di tangannya, lengkap dengan senyumnya (yang semoga tulus, hehe). Dia engga pernah gerutu tiap kali datang, hmm, good service, yah walaupun mungkin di galley para pramugari itu gosipin saya dan saya udah terkenal jadi "mineral-water-boy", hahahaha. Anyway, karena kebanyakan minum saya jadi langganan ke toilet. Untung kursi samping saya kosong, bahkan row 54 dan 55 di depan saya juga kosong! Akhirnya saya pindah ke row 55A, dan mundurin sandaran kursi sampai poll withouth hesitate (secara row 56A-nya kursi saya yang sebenarnya, dan sekarang kosong dong karena saya pindah, shishishi). Dan saya engga bisa tidur saking excited-nya segera ketemu keluarga^^


Cathay Pacific A330-300
Setelah menempuh 4 jam 35 menit terbang dari Hong Kong, pesawat Airbus A330-300 Cathay Pacific yang saya tumpangi mendarat supermulus di CGK pukul 22:50. Waktu turun pesawat, saya engga lupa bilang makasih ke pramugari cantik tadi, dan dia senyum ke saya (serius, senyumnya manis banget!) sambil bilang "you're welcome, see you". Tadinya saya mau bilang "Gosh, you're really beautiful!" tapi dengan mempertimbangkan efeknya (ngeri aja kalau tiba-tiba dia bilang "Dasar kamu penumpang gombal, ngerepotin lagi!" hahahaha), akhirnya saya hanya menyunggingkan sebuah senyum sederhana padanya, ehehehe *malu* dan pergi. 

By the way, karena sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga saya yang datang menjemput, saya mempercepat langkah saya turun dari pesawat, lalu tanpa masalah melalui imigrasi dan semakin semangat buat segera keluar dari terminal. Sampai akhirnya, yeah, saya sampai!! Terminal D1 kalau saya engga salah, keluar pintu, saya langsung cari-cari wajah bunda dan ayah, dan ketemu! Terlihat oleh saya pertama kali sang Ibunda melabai pada saya, lalu ada ayah, adik perempuan, sama akhirnya tanteku. Didorong rasa rindu yang sangat besar, saya menghampiri mereka seolah-olah ini mimpi! Saya mempercepat langkah dan memeluk Ibunda. Sealaman cium tangan dan berpelukan rasa suka cita menyelimuti kami, haru banget deh serius, hehe. Sampai akhirnya bunda bertanya, "Bang, koper kamu mana?"

[hening]

[hening]

[dan hening lagi]

DHOEENGG TRAK TRAK DHUNG!!!

Yak! Seketika semua diam. Koper? Koper saya manah!? Saya tengok kebelakang, nothing!
Setelah sedikit trans, akhirnya saya baru inget kalau koper masih di dalam, masih belum saya ambil. Haduh mak, cape deh, saking semangatnya ketemu ayah-bunda sampai-sampai koper segede gaban gitu ditinggalin di baggage claim! Untung aja saya belum sampai di rumah. Engga lucu banget kalau udah sampai rumah, udah sumringah siap-siap keluarin oleh-oleh, tiba-tiba koper engga ada... Belum lagi ini kan Indonesia gituh, kalau itu barang sampai ketinggalan, wah, that might be the worst scenario buat kepulangan saya. Untung aja engga kejadian, amit-amit jabang bayi deh, hahaha. (Ini pulang aja saya masih ngelawak gini, aduh maaak).

Yang jelas setelah itu, I did feel home again. Rumah masih engga berubah, masih sama seperti dulu, dan kehangatannya pun masih sama seperti dulu!^^ Bunda tetap sama, ayah juga, terus adek saya dua-duanya makin tambah tinggi, udah engga keliatan kaya anak-anak lagi. Very much nice!

I love my home. Insya Allah saya akan lulus tepat waktu, dan kembali merasakan kehangatan itu lagi. Wait for me, my home sweet home! ^^

Well, ini aja baru cerita perjalanan pulang, gimana liburannya ya? Hehe.
Yang jelas banyak banget kesan yang kalau saya tulis di sini, blog ini bisa jadi novel dadakan, hahaha (lebaymode: on). Yang jelas saya senang banget bisa ketemu dengan keluarga lagi (I love you soo!^^), ketemu sahabat2 karib, reuni teman-teman lama, dan juga ketemu sanak keluarga. Hehe. They do give me power of life!^^

Udah ah, makin ditulis malah makin rindu deh. Nanti aja nantikan kisah selanjutnya, insya Allah saya bisa menuliskan cerita berikutnya dengan "tinta emas", amin yarobbal 'alamiin :)
________________________

Hasil rekaman video on board ketika pesawat takeoff dan mendarat:





Kalau internetnya kuat atau emang tertarik, sok di-play aja :D
Cheers! :D

2 comments:

  1. Assalamualaikum, mas Ahda..makasih very informative nih blognya..boleh numpang nanya? secara baru mo rencana transit di hongkong, apa pas didalam pesawat cathay dikasih kartu kedatangan gak? soalnya punyaku waktu pergi dr indo diambil pas boarding..

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikumsalam, Mas/Mbak, terima kasih. Waduh, kartu kedatangannya diambil juga di Indonesia? Saya agak lupa, tapi sepertinya kemarin dalam flight dari HKG ke CGK hanya diberikan declaration card (yang menyatakan barang2 apa saja yang dibawa dsb), tapi kalau kartu kedatangan (yang didapat waktu check in di Indonesia sekaligus dengan kartu keberangkatannya) tidak disediakan.

    ReplyDelete